Bu Mega Tersinggung Klaim Golkar soal Jokowi Dukung Khofifah

0
149

Pertama.id- Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah mempersoalkan pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menyebut Presiden Joko Widodo mendukung Khofifah Indar Parawansa pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim). Basarah bahkan menuding Airlangga melalui pernyataannya telah mengadu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan Airlangga yang dipersoalkan Basarah adalah orasi dalam kampanye akbar untuk duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Probolinggo, pekan lalu. Airlangga saat berorasi mengklaim Presiden Jokowi mendukung Khofifah karena tokoh Muslimat Nahdatul Ulama (NU) itu berjasa dalam memenangkan mantan gubernur DKI tersebut pada Pilpres 2014.

Bahkan, Airlangga menyebut Presiden Jokowi berpendapat bahwa memilih calon gubernur tidak harus atas dasar kesamaan partai. “Pernyataan politik Airlangga telah menyinggung perasaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pernyataan itu juga mengarah pada upaya adu domba antara Bu Mega dengan Pak Jokowi,” ujar Basarah.

Ketua Tim Pemenangan PDIP untuk Pilgub Jatim 2018 itu lantas membeber pertemuannya dengan Presiden Jokowi beberapa saat setelah partainya menyodorkan nama Puti Guntur Soekarno untuk mendampingi Saifullah Yusuf. Basarah mengaku bersama Puti telah bertemu Jokowi dalam dua kesempatan, yakni pada 13 Februari 2018 dan 14 Mei 2018.

“Dalam pertemuan tersebut Pak Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Mbak Puti dan bahkan beliau memberikan arahan-arahan dan petunjuk cara untuk memenangi Pilgub Jawa Timur. Pertemuan itu langsung ditindaklanjuti dukungan dari seluruh relawan-relawan Jokowi yang ada di Jawa Timur,” sebut Basarah.

Bahkan, kata Basarah, presiden yang juga kader PDIP itu sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap Khofifah. Alasannya, Khofifah justru meninggalkan jabatan menteri sosial sebelum masa jabatannya berakhir.

“Pernyataan Airlangga yang mengatakan sikap Jokowi bahwa dalam memilih cagub tidak harus didasarkan atas persamaan partai adalah pernyataan yang memanas-manasi perasaan Bu Mega. Apalagi Puti Guntur Soekarno adalah keponakan Bu Mega dan cucu pertama Bung Karno,” kata Basarah.

Wakil ketua MPR itu menambahkan, jika Airlangga loyal kepada Presiden Jokowi maka seharusnya ketua umum Golkar pengganti Setya Novanto itu bisa menjaga suasana kondusif dan kekompakan antar-partai pendukung pemerintahan saat ini. Basarah pun meyakini Jokowi sebagai sosok yang sangat menghormati Bung Karno, Bu Mega dan Guntur Soekarnoputra pasti mendukung Puti.

“Jadi tidak mungkin Jokowi tidak mendukung Puti dalam Pilgub Jawa Timur. Oleh karena itu seharusnya Airlangga meminta penjelasan ulang kepada Jokowi tentang siapa sebenarnya yang beliau dukung,” pungkasnya.(jpg/jpnn)

LEAVE A REPLY