Bu Khofifah Menangis, Makin Haru saat Emil Ucapkan Doa

0
88

Pertama.id-Hasil quick count sejumlah lembaga survei atas hasil Pilkada Jatim menempatkan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak sebagai pemenang.

Suasana di kediaman Khofifah di kawasan Jemursari begitu meriah. Tim sukses dan relawan terus berdatangan untuk memberikan ucapan selamat. Setelah dinyatakan unggul berdasar hasil hitung cepat sejumlah lembaga, seluruh perwakilan pimpinan parpol pengusung maupun para tokoh yang selama ini mendampingi Khofifah-Emil hadir.

Menjelang petang, Emil yang pada pagi hingga siang berada di Trenggalek tiba di kediaman Khofifah. Mereka menggelar syukuran dan deklarasi pemenangan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyebutkan bahwa hasil quick count yang menempatkannya sebagai pemenang pilgub adalah bagian dari proses panjang. ”Kami mensyukuri karunia ini sebagai hasil dari ikhtiar bersama,” katanya.

Kemenangan tersebut, imbuh Khofifah, tak lepas dari dukungan semua elemen yang selama ini memberikan support kepada dirinya. ”Kami bukan siapa-siapa tanpa dukungan semua. Partai, kiai, santri, para tokoh,” ujarnya.

Khofifah juga mengapresiasi para relawannya. Air matanya sempat menetes ketika menceritakan bagaimana para relawan membantu proses kampanyenya.

”Saya tahu, ketika saya kampanye di pasar pagi, mereka sudah siap-siap di sana sejak subuh. Saya juga tahu mereka belum tentu punya motor. Tapi, saya melihat semangat luar biasa dari mereka,” ungkapnya.

Tak lupa, Khofifah juga menyampaikan salam hormat kepada rivalnya dalam pilgub, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Dia menyebutkan, saat kontestasi pilkada berlangsung, dua pasangan yang berkompetisi itu memiliki miqat (batas) sendiri-sendiri. ”Setelah ini semua adalah kemenangan bagi masyarakat Jatim,” tuturnya.

Emil Dardak juga berterima kasih dan mendoakan semua elemen yang membantunya. Suasana haru terasa ketika bupati Trenggalek itu menyampaikan doa untuk almarhum Indar Parawansa, suami Khofifah. ”Semoga beliau bisa tersenyum atas perkembangan hari ini,” ucapnya.

Seusai tasyakuran, Khofifah juga berusaha melepas seluruh simbol selama masa kampanye. Selain meminta tak ada lagi pasangan nomor 1 maupun 2, ketua umum PP Muslimat NU itu mengajak pendukungnya menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa sebagai simbol persatuan. (ris/byu/c9/oni)

LEAVE A REPLY