Bos Mark Dynamics Beberkan Potensi Bisnis Sarung Tangan Menggiurkan

0
67

 Bos Mark Dynamics Beberkan Potensi Bisnis Sarung Tangan Menggiurkan

Pertama.id – Produsen sarung tangan, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) memprediksi bisnis di industri sarung tangan akan semakin berkembang lantaran sejumlah negara di kawasan Asia masih memiliki tingkat konsumsi sarung tangan kesehatan per kapita yang rendah, dibandingkan dengan sebagian negara Eropa.

Direktur Utama Mark Dynamic Indonesia menyebut, tingkat konsumsi di Indonesia tercatat 3 sarung tangan per kapita, mengalahkan India yang konsumsinya 1 sarung tangan perkapita.

“Tingkat konsumsi sarung tangan di China masih jauh lebih baik yaitu 4 sarung tangan per kapita. Namun masih kalah dibandingkan dengan Denmark sebagai negara dengan tingkat konsumsi sarung tangan kesehatan terbesar yaitu 335 sarung tangan per kapita,” ujarnya Senin (29/4).

Pihaknya mencatat, secara statistik pasar dalam industri ini menunjukkan perbedaan besar dalam konsumsi per kapita antara negara maju dan negara berkembang. Negara-negara dengan konsumsi sarung tangan rendah per kapita yang memiliki populasi besar, dan pertumbuhan PDB yang tinggi, menunjukkan peluang besar untuk pertumbuhan permintaan sarung tangan.

Diperkirakan pertumbuhan konsumsi global akan terus berasal dari peningkatan dari negara-negara berkembang di mana konsumsi per kapita yang ada jauh lebih rendah daripada negara-negara maju.

Lebih jauh Ridwan Goh menyatakan, peluang pasar menguat di beberapa negara berkembang menyusul larangan penggunaan sarung tangan kesehatan berbasis PVC di Tiongkok. Hal ini membuat sarung tangan kesehatan berbahan baku karet dan nitrile memperoleh peluang tumbuh yang lebih besar.

“Pasar yang masih tumbuh antara 8 hingga 10 persen pertahun dalam 15 tahun terakhir berpotensi tumbuh semakin besar akibat bergesernya bahan produksi sarung tangan,” tuturnya.

Sebagai produsen cetakan sarung tangan kesehatan, informasi pasar ini memberi peluang besar bagi pertumbuhan Perseroan. Tren pertumbuhan yang dicapai setidaknya dalam tiga tahun terakhir akan terus berlanjut.

Menurut Ridwan, meskipun konsumsi dalam negeri masih rendah, tapi peluang menjaga pasokan ke pasar ekspor akan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Indonesia sendiri, sudah menjadi sasaran ekspor sarung tangan kesehatan bagi produsen sarung tangan kesehatan (khususnya sarung tangan untuk surgical) di Malaysia, yaitu mencapai 2,5 persen dari total ekspor sarung tangan surgical. Hal ini menunjukkan konsumsi sarung tangan kesehatan di dalam negeri akan terus meningkat.

Ridwan Goh menambahkan, saat ini Perseroan memiliki beberapa pabrik dengan total kapasitas produksi sebesar 610.000 unit per bulan. Tahun lalu Perseroan telah melakukan investasi untuk pengembangan kapasitas produksi dan diharapkan akan berkontribusi positif mulai tahun 2019.

“Kami sedang dalam proses meningkatkan kapasitas produksi. Ini sangat bernilai positif bagi kinerja kami dan tentunya memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi Perseroan,” tandasnya.

sumber : jawapos

LEAVE A REPLY