Bima Arya dan 1 Jari, Bukan 2

0
47

Pertama.id-Sikap politik Wali Kota Bogor Bima Arya kembali menjadi perhatian usai mengacungkan satu jari saat kedatangan cawapres Ma’ruf Amin ke Ponpes Al Ghazaly beberapa waktu lalu.

Gara-gara satu jari itu, Bima pun harus berurusan dengan Bawaslu. Radar Bogor melaporkan, politikus PAN tersebut menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kampanye, Jumat (11/1) pagi.

Belakangan, Bima memang mengundang kontroversi khususnya soal politik. Partainya adalah pendukung pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Namun, pria asli Bogor berusia 46 tahun itu seperti memberi sinyal lebih sreg ke pasangan lain.

Masih belum lapuk dalam ingatan saat Bima mengunggah foto dia dan Ma’ruf Amin 10 Agustus tahun lalu. Suami Yane Ardian itu menyerahkan cendera mata kepada pasangan Jokowi.

Mungkin biasa saja, yang muda menghargai yang tua. Masalahnya, Bima Arya mengunggah itu pada 10 Agustus, tanggal di mana PAN dkk mendeklarasikan Prabowo – Sandiaga.

Nah, pengamat politik sekaligus Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi menilai Bima Arya saat ini tengah memainkan politik dua kaki. “Bima bisa saja didesak mundur (dari PAN),” ujar Yus kepada Radar Bogor, kemarin.

Yus melanjutkan, sudah bukan rahasia lagi jika PAN terpecah. Ada sebagian dewan pendiri partai yang tak suka dengan sikap Amien Rais, ada juga yang masih setia.

Beberapa elite PAN keluar karena keberpihakan PAN ke Prabowo. “Ada ketua DPW jadi jurkamnya nomor urut satu. Artinya, sangat mungkin pecahnya dukungan ini terjadi di struktur PAN di mana-mana. Baik itu secara terbuka maupun secara diam-diam,” tutur Yus.

“PAN sedang dilematis di Pemilu 2019. Namun, di sisi lain, Bima harus menghormati keputusan partainya,” pungkas Yus. (dka/c)

 

LEAVE A REPLY