Bamsoet: Tolak Upaya Mendeligitimasi Hasil Pemilu 2019

0
120

Pertama.id-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) yang tidak menginginkan adanya berbagai upaya deligitimasi terhadap hasil Pemilu 2019.

Penghormatan terhadap hasil Pemilu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penghormatan atas suara rakyat.

“Kami berharap setelah 17 April 2019,bangsa Indonesia tetap berada dalam satu naungan kebangsaan. Karena itu, kita harus antisipasi berbagai gejolak yang bisa merobek persaudaraan. Jika ada kelompok yang ingin melakukan upaya mendeligitimasi hasil pemilu, mereka sedang menjegal kedaulatan rakyat. Kita tak boleh biarkan hal itu sampai terjadi,” kata Bamsoet saat menerima Sekretariat Nasional (Seknas) GARBI di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (13/3).

Guna menutup ruang deligitimasi terhadap hasil Pemilu 2019, GARBI berharap adanya penguatan terhadap lembaga pemantau pemilu. Baik dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun dari masyarakat sipil (civil society).

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang lahir atas berbagai kegelisahan rakyat, GARBI juga akan menjadi bagian dalam menjaga Pemilu 2019 agar bisa berkualitas dan berintegritas.

Sejalan dengan itu, Bamsoet yang merupakan legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen juga menaruh harapan besar kepada GARBI sebagai ormas baru untuk memperkuat pengawasan dari sisi civil society..

“Tak hanya dari sisi civil society, para anggota GARBI yang muda, smart dan militan ini juga bisa mewarnai wajah partai politik agar menjadi lebih dinamis. Ide, gagasan dan cara pandang anak-anak muda dalam melihat dunia perlu diresapi oleh partai politik,” ujar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, walaupun secara usia GARBI masih relatif sangat muda, para anggotanya sudah cukup kawakan dalam dunia sosial kemasyarakatan.

Dirinya percaya pergerakan GARBI akan cepat melesat dan menjadi sumber rekruitmen kader-kader partai politik yang piawai. Untuk itu, menjelang pesta demokrasi 17 April mendatang, Garbi harus menjadi pendingin atau penyejuk dan tidak menjadi kompor meleduk.

“Tak hanya sekadar meramaikan, GARBI akan menjadi salah satu sumber rekrutmen SDM partai politik dan menjadi pemain kunci dalam berbagai isu sosial kemasyarakatan. Melepaskan berbagai belenggu yang masih menyelimuti bangsa Indonesia, seperti kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan peradaban,” tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menaruh harapan besar kepada GARBI agar bisa menjadi penyejuk bangsa.

Dewan Pakar KAHMI itu menilai GARBI bisa membawa lompatan besar bagi bangsa Indonesia.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar dunia, Indonesia menjadi patokan dan tolok ukur kesuksesan kolaborasi islam dengan demokrasi.

“Walaupun sejauh ini kita sudah on the track, bukan berarti boleh lengah. Semangat kebangsaan harus tetap dikumandangkan agar kita selalu ingat bahwa Indonesia adalah tanah yang harus dijaga bersama,” kata Bamsoet.(adv/jpnn)

LEAVE A REPLY