Bamsoet Puji Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi

0
21

Bamsoet Puji Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi - JPNN.COM

PERTAMA.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyatakan tingkat kepuasan atas kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Bagi saya di Golkar, yang menarik adalah data tingkat kepuasan publik atas kinerja Jokowi – JK di atas 50 persen,” kata Bamsoet, merespons paparan hasil survei Celebes Research Center atau CRC di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Seperti diketahui, dalam survei yang dirilis CRC, sebanyak 571, responden menyatakan cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sebanyak 9,1 persen menyatakan sangat puas. Yang kurang puas 27,1 persen, sangat tidak puas 4,5 persen dan yang menjawab tidak tahu 2,2 persen. Sedangkan 58,0 persen menyatakan cukup puas terhadap kinerja Wapres JK.

Yang menyatakan sangat puas 4,7 persen, kurang puas 30,4 persen, sangat tidak puas 4,1 persen dan tidak tahu 2,8 persen. Sedangkan skor kinerja Presiden Jokowi 6,95 persen, dan Wapres JK 6,59 persen berdasar survei tersebut.

Survei melibatkan 1200 responden, dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung menggunakan kuisioner oleh pewawancara. Waktu wawancara lapangan 23-31 Januari 2019.

Menurut Bamsoet, ini merupakan sebuah kabar baik dan pertanda masyarakat sangat menyukai apa yang telah dilakukan oleh duet Jokowi – JK selama ini. “Ini kabar bagus, cara kepemimpinan pemerintahan Jokowi – JK masih sangat baik,” kata politikus berlatar belakang pengusaha dan wartawan ini.

Lebih lanjut Bamsoet juga merespons hasil survei soal pergerakan elektabilitas calon di setiap pulau di Indonesia. Menurut Bamsoet, pergerakan elektabilitas paslon di setiap pulau itu tentu harus menjadi perhatian Jokowi – Kiai Ma’ruf maupun Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dia menegaskan, bahwa ada kepulauan yang tinggi kemudian cenderung menurun dan sebaliknya. “Tapi, ini biasa dalam pertarungan,” kata Bamsoet. (boy/jpnn)

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY