Asrorun Niam: Bangun Harmoni, Pemuda Harus Siap Menerima Perbedaan

0
58

Pertama.id-Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh menegaskan pentingnya pemuda belajar membangun hubungan antarbudaya yang beragam agar sikap saling menghormati muncul di tengah perbedaan yang terjadi.

Hal itu disampaikan saat memberi sambutan pada malam perpisahan Pertukaran Pemuda Indonesia Australia (PPIA) 2018/2019, Rabu malam (23/1/2019) di Balai Pauh Janggi Gubernuran, Riau.

“Perlu ada komitmen kuat untuk saling belajar dari berbagai komunitas, saling mengenali sehingga terjadi kesepahaman. Saling mengenali dan memahami satu dengan yang lain akan melahirkan persaudaraan. Sebaliknya, konflik dan disharmoni seringkali dipicu oleh tidak adanya kesiapan untuk menerima perbedaan”, ujar Niam.

Lebih lanjut Niam menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo yang senantiasa mengingatkan pentingnya komitmen menjaga persatuan dan persaudaraan. “Persaudaraan atas dasar ikatan keagamaan, meski berbeda mazhab. Persaudaraan atas dasar ikatan kebangsaan meski berbeda suku, agama, dan tradisi. Di atas itu, ada persaudaraan atas dasar kemanusiaan meski berbeda bangsa, negara, dan kebudayaan”, jelas mantan aktifis yang kini dipercaya sebagai Ketua Senior Official Meeting om Youth (SOMY) ini.

Menurut Asrorun, PPIA merupakan suatu bentuk upaya memelihara persahabatan bilateral melalui people to people contact. Persaudaraan yang terbangun melalui platform ini merupakan persaudaraan kemanusiaan tanpa memandang ras, suku, atau asal negara. “Di sinilah urgensi pertukaran pemuda Indonesia Australia, sosok yang akan menjadi pemimpin masing2 negara di masa datang”, tegasnya.

Banyak pengalaman yang didapatkan seluruh peserta mulai dari fase desa sampai fase kota di Provinsi Riau. Salah satunya yang cukup menarik ialah melalui kunjungan ke salah satu pesantren di Kabupaten Siak.

Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat memahami kultur masyarakat secara langsung. Mungkin dalam beberapa waktu ini banyak pemahaman yang keliru akibat informasi yang tersebar melalui media. Pengalaman langsung yang dimiliki tersebut diharapkan dapat membuka pandangan para peserta.

“Kita berharap para pemuda peserta PPIA ini nanti menjadi duta-duta budaya yang memberi inspirasi. Pemuda Australia bisa mengabarkan tentang harmoni kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia, di tengah perbedaan yang ada. Ini juga bisa menepis pandangan keliru yang mengarah pada phobia Islam dan mencitrakan tentang Islam secara negatif, termasuk di sebagian masyarakat Australia”, jelasnya

Sementara itu, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie mewakili Gubernur Riau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Kemenpora dalam menjadikan Riau sebagai tuan rumah PPIA 2018/2019.

Pertukaran Pemuda Indonesia Australia merupakan program kerjasama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Program yang telah berlangsung sejak tahun 1981 ini dirancang untuk mempererat hubungan bilateral antara kedua negara dengan harapan dapat meningkatkan jaringan dan saling pengertian antarpemuda, calon pemimpin, dari kedua belah negara.

Tahun ini Provinsi Riau terpilih menjadi tuan rumah PPIA 2018/2019. Kegiatan diselenggarakan dari 2 Desember 2018 sampai 27 Januari 2019 di Indonesia setelah sebelumnya selama 2 bulan para peserta menjalankan kegiatan di Australia. Selama total 4 bulan ini para peserta menjalankan magang, tinggal di rumah orang tua asuh, dan pemberdayaan masyarakat di desa.(dkk/jpnn)

LEAVE A REPLY