Antisipasi Penyebaran COVID-19, Dinhub Banyumas Sekat Sejumlah Ruas Jalan

0
33

Pertama.id-Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, bersama Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Banyumas melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan di Purwokerto untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Banyumas yang cenderung meningkat, Rapat Pokja Forum LLAJ yang dihadiri oleh Satlantas Polresta Banyumas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, telah memutuskan untuk melaksanakan penyekatan di kawasan Pasar Wage, Jalan Merdeka, dan Jalan Dr. Suparno,” kata Kepala Dinhub Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie di Purwokerto, Senin sore.

Ia mengatakan penyekatan sejumlah ruas jalan tersebut dilaksanakan mulai hari Senin (13/7) hingga Jumat (17/7) setiap pukul 20.00-06.00 WIB.

Dalam hal ini, ruas Jalan Merdeka ditutup dari arah selatan (Jalan Jenderal Soedirman, red.) maupun utara (Jalan Gatot Soebroto, red.), sedangkan Jalan Dr. Suparno ditutup dari arah selatan (Simpang GOR Satria/Jalan Suharso).

Sementara penutupan ruas jalan di kawasan Pasar Wage Purwokerto dilakukan terhadap ruas Jalan M.T. Haryono dan Jalan Katamso, baik dari arah selatan (Jalan Jenderal Soedirman, red.) maupun arah utara (Jalan Kombas, red.).

“Pelaksanaan penyekatan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Banyumas akan dilaksanakan evaluasi lebih lanjut. Kami mohon masyarakat bisa memahami penyekatan ini,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Satlantas Polresta Banyumas Komisaris Polisi Davis Busin Siswara mengatakan pihaknya menerjunkan 30 personel Satlantas untuk mengamankan pelaksanaan penyekatan sejumlah ruas jalan tersebut.

“Mulai dini hari nanti, Pasar Wage juga akan ditutup sementara,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pelaksaan tes usap massal untuk mencari orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 untuk sementara sudah menyasar 1.095 orang.

Dari jumlah tersebut, kata dia, hasil yang telah keluar sebanyak 444 orang, sedangkan yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 19 orang terdiri atas 11 tenaga medis, 2 anggota Satpol PP Kabupaten Banyumas, 5 warga Pasar Wage, dan 1 warga Pasar Manis.

“Jumlah sampel di Pasar Wage maupun Pasar Manis masing-masing 50 orang. Untuk 2 orang anggota Satpol PP, salah seorang di antaranya ber-KTP Purbalingga tetapi dirawat di RSUD Banyumas,” jelasnya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan pihaknya secara bertahap melakukan tes usap terhadap seluruh tenaga medis di Kabupaten Banyumas termasuk anggota Satpol PP dan pegawai organisasi perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Selain itu, kata dia, Pasar Wage ditutup sementara selama tiga hari mulai Selasa (14/7) hingga Kamis (16/7) untuk dilakukan sterilisasi secara total dengan menggunakan disinfektan.

“Kami juga melakukan penelusuran kepada yang positif dan melanjutkan tes usap secara bertahap, sedangkan Pasir Manis kami lanjut tes usap untuk lebih memastikan kalau harus ditutup, maka akan dimulai hari Jumat (17/7),” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Banyumas per tanggal 13 Juli 2020, pukul 13.52 WIB, di wilayah itu secara keseluruhan terdapat 105 kasus positif COVID-19 terdiri atas 32 orang dirawat, 69 orang sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.

Selain itu, di Kabupaten Banyumas secara keseluruhan terdapat 375 pasiend dalam pengawasan (PDP) terdiri atas 5 orang dirawat, 350 orang dengan hasil laboratorium negatif COVID-19, dan 20 orang meninggal dunia. (JP/Red)

LEAVE A REPLY