Anies Baswedan Ubah Nama RSUD jadi Rumah Sehat, Mas Pras: Setop Kebijakan Ngawur!

0
40

Pertama.id – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritik kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang mengubah nama sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi ‘Rumah Sehat’.

Menurut Mas Pras yang akrab disapa, kebijakan Anies terkesan sembarang karena kerap mengganti sejumlah nama mulai dari jalan hingga rumah sakit.

Padahal, kata Pras, Anies seharusnya memunculkan terobosan-terobosan program pembangunan atau pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“(Kebijakan) yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat. Bukan cuma ganti-ganti nama, kemarin nama jalan sekarang rumah sakit. Setop deh bikin kebijakan ngawur,” ujar Pras saat dihubungi, Rabu (3/8)

Politikus PDI Perjuangan ini menuturkan ketimbang mengganti berbagai nama fasilitas, Anies seharusnya mengatasi sejumlah permasalahan di ibu kota yang membutuhkan penanganan segera.

Sejumlah masalah tersebut, yaitu persentase angka kemiskinan yang dinilai terus merangkak naik.

Kemudian permasalahan kampung kumuh di tengah kota yang juga belum terselesaikan.

“Ini Jakarta loh. Lihat itu Tanah Tinggi, terus Johar.

Mereka itu perlu sentuhan pemerintah, butuh solusi dengan program-program yang baik, bukan ganti-ganti nama begitu, itu enggak dibutuhkan masyarakat,” tegas Pras.

Pria 60 tahun ini juga mengaku tergelitik dengan penamaan ‘Rumah Sehat’ yang digadang Anies untuk menggantikan nama rumah sakit.

Padahal, sudah sejak dulu semua orang mengetahui rumah sakit adalah lokasi untuk mengobati penyakit.

Lagi pula penamaan rumah sakit sudah tertera jelas dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Dari dulu kalau kita sakit kemana sih larinya, ya ke rumah sakit. Memang namanya rumah sakit ya untuk mengobati penyakit. Logikanya kan begitu. Kalau sudah sehat ya kerja, beraktivitas kembali,” sindir Pras.

Diketahui, Anies mengubah RSUD di lima wilayah DKI Jakarta menjadi rumah sehat untuk Jakarta.

Anies ingin mengubah pola pikir warga tentang rumah sakit.

Karena itu, rumah sakit diharapkan tidak hanya didatangi warga saat sakit saja, tetapi juga dalam kondisi sehat.

“Selama ini RS kami berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang karena sakit. Jadi, datang untuk sembuh itu harus sakit dulu,” kata Anies saat meresmikan perubahan nama itu.

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY