Amien Rais Harus Mencegah Praktik Politik Dinasti

0
14

Pertama.id-Pengamat Politik dari Universitas Padjajatan Muradi meminta politikus senior PAN Amien Rais untuk mencegah dan menghindari praktik politik dinasti di PAN. Ujian tersebut, kata Muradi, akan terlihat nantinya saat menentukan siapa pengganti Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR.

“Apakah Amien Rais tetap mendorong anaknya, Hanafi Rais untuk menggantikan Taufik Kurniawan sebagai wakil ketua DPR atau tidak. Jika tetap mendorong anaknya menjadi wakil ketua DPR menggantikan Taufik Kurniawan maka Amien Rais telah melupakan apa yang dikritiknya ketika bersama-sama menurunkan Soeharto terkait dengan politik dinasti. Juga kritik pedasnya pada Megawati dan PDIP terkait dengan isu yang sama,” kata Muradi kepada wartawan, Selasa (6/11).

Menurut Muradi, langkah tersebut dapat dibaca sebagai bentuk inkonsistensi sikap politik Amien Rais untuk membangun politik yang lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi. Muradi juga menganggap jika Amien Rais memaksakan anaknya untuk menggantikan Taufik Kurniawan yang ditahan karena kasus korupsi adalah bagian merusak mekanisme internal PAN yang selama ini dijaga.

Langkah ini juga diasumsikan sebagai bagian dari memosisikan PAN bukan lagi partai reformis tapi partai yang terindikasi partai konservatif yang mempraktikan anti-demokrasi.

“Hal ini juga menunjukkan tidak adanya suasana kompetitif serta mekanisme di PAN yang selama ini identik sebagai partai terbuka,” katanya.

Menurut Muradi, karisma politik Amien Rais yang mulai memudar bisa mulai dihidupkan kembali dengan cara memaksakan anaknya menjadi wakil ketua DPR. Dengan pemaksanaan tersebut, kata dia, dapat diasumsikan dengan upaya untuk masuk kembali dan mengontrol PAN melalui anak-anaknya, baik Hanafi yang terlebih dahulu berpolitik maupun kemudian diikuti oleh Hanum.

Muradi menilai ada tiga kemungkinan jika proses pergantian posisi wakil ketua DPR untuk menggantikan Taufik Kurniawan tidak berjalan demokratis. Pertama, ada kemungkinan terjadi penolakan dari internal PAN yang membuat internal PAN menjadi tidak nyaman. Kedua, penolakan pemilih PAN, karena PAN kehilangan orientasinya. Ketiga, PAN bermasalah di internal dan juga eksternal.

“Ketiga kemungkinan tersebut akan menggerus suara PAN ke depan,” katanya.

Menurut Muradi, jika politik dinasti dipraktikkan makan akan menggerus perolehan suara PAN pada pemilu legislatif 2019. Perolehan suara PAN bisa saja makin terjun bebas, karena PAN dianggap tidak mampu menyesuaikan diri dengan pemilih maupun situasi politik.

Saat ditanya bagaimana dampak terhadap kelembagaan DPR jika wakil ketua DPR ditentukan sepihak oleh Amien Rais, Muradi menjelaskan secara prosedur di DPR mungkin tidak bermasalah, karena mekanisme pengajuan dari PAN. “Namun justru simbolisasi kepemimpinan politik PAN di DPR bisa saja tidak solid karena ada pemaksaan atas nama Hanafi karena desakan Amien Rais,” katanya.(jpnn)

LEAVE A REPLY