Airlangga Beberkan Sejumlah Strategi untuk Jaga Ekonomi Tahun Depan, Simak

0
47

Pertama.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah Indonesia optimistis bisa terhindar dari ancaman resesi global.

Sebab, dia mengatakan Indonesia telah belajar dari saat pandemi Covid-19 melanda selama dua tahun.

Ketua Umum Golkar menjelaskan ada berbagai pelajaran berharga untuk menghadapi krisis yang diambil dari pengalaman pandemi.

“Satu hal yang utama, yakni soal koordinasi dan sinergi erat dari berbagai pihak untuk melalui dan keluar dari situasi yang menantang,” ungkap Airlangga saat memberikan opening speech di Acara Seminar Outlook Perekonomian 2023 bertajuk ‘Menjaga Resiliensi Ekonomi melalui Transformasi Struktural’, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan saat Pandemi Covid-19 pertama kali melanda, seluruh dunia juga dihadapkan dengan kondisi ketidaktahuan serta ketidakpastian yang tinggi.

Namun, kata dia, dengan diskusi, rembuk bersama, dan kerja keras bisa melalui itu.

“Keberhasilan tersebut dapat menjadi lesson learned yang berharga, bahwa koordinasi dan sinergi erat yang dibangun mampu membawa kami keluar dan bahkan bangkit lebih kuat,” kata Airlangga dikutip dalam rilis resmi, Rabu (28/12).

Airlangga menjabarkan sejumlah strategi yang bakal dijalankan oleh pemerintah untuk menjaga resiliensi ekonomi di tahun 2023.

Adapun strategi itu di antaranya menjaga pertumbuhan ekonomi berada di angka 4,7-5,3%, memanfaatkan kepercayaan dunia untuk mendorong investasi, antisipasi inflasi global dan pengetatan kebijakan moneter, menjaga neraca perdagangan agar tetap surplus, serta menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran bansos.

“Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, namun harus waspada dan antisipasi terhadap tantangan global,” ungkap Airlangga.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), momentum pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung bisa dijaga dengan memastikan belanja pemerintah yang lebih produktif dan berkualitas, maka.

Selain itu, strategi sumber pembiayaan fiskal untuk pembangunan ekonomi nasional akan semakin difokuskan pada sumber-sumber yang tidak rentan terhadap volatilitas global, seperti sumber pembiayaan jangka panjang khususnya foreign direct investment (FDI).

Sumber : JPNN

LEAVE A REPLY