9 Caleg Petahana Berpeluang Besar Pertahankan Kursi di Dewan

0
153

9 Caleg Petahana Berpeluang Besar Pertahankan Kursi di Dewan - JPNN.COM

Pertama.id, BANYUWANGI – Berdasar rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, sebanyak 31 caleg petahana berpeluang mempertahankan kursinya di DPRD Banyuwangi.

Berdasar penelusuran tim Jawa Pos Radar Banyuwangi, sembilan caleg petahana berpotensi besar mengamankan kursi DPRD Banyuwangi yang diduduki sejak 2014 lalu.

Namun begitu, sejumlah caleg incumbent masih bersaing sengit dengan caleg penantang asal sesama partai.

Di Dapil Banyuwangi 1, caleg PDIP petahana Heksa Soedarmadi bersaing ketat dengan sesama caleg partai banteng Tri Soedaryono. Selain itu, persaingan ketat juga terjadi antara caleg petahana asal Hanura Basuki Rahmat. Perolehan suara Basuki ditempel caleg pendatang baru Nurul Huda.

Caleg PDIP Tri Soedaryono mengakui bahwa perolehan suara antara dirinya dan Heksa masih saling kejar.

”Kami bersama tim masih menghitung perolehan suara. Tinggal wilayah Kecamatan Kalipuro yang belum seratus persen tuntas. Untuk sementara perolehan dukungan saya masih tertinggal sekitar 70 suara dibandingkan Saudara Heksa. Jadi kalau pun menang, silisihnya sangat tipis. Kalau kalah, selisihnya juga tipis sekali,” ujarnya.

Di Dapil Banyuwangi 2, persaingan tidak kalah ketat terjadi antara dua caleg PKB, yakni Joni Subagio dan Anita Rani. Namun, perkembangan terbaru, Joni dikabarkan berhasil meraih kursi di dapil yang meliputi wilayah Kecamatan Kabat, Rogojampi, Blimbingsari, Singojuruh, dan Songgon tersebut.

Tim Pemenangan Anita Rani, Heru Pratista mengaku optimistis Anita berhasil meraih kursi DPRD Banyuwangi. Sebab, perolehan suara Anita berhasil mengungguli Joni Subagio. ”Rekapitulasi di seluruh kecamatan di wilayah Dapil II sudah tuntas. Kami akan mengawal suara yang berhasil diraih Anita hingga rapat pleno KPU kabupaten,” ujarnya.

Sementara itu, peluang sejumlah caleg petahana yang lain untuk kembali duduk di kursi wakil rakyat relatif kecil. Mereka antara lain Made Suwastiko, Eko Hariyono, Hery Sugiarto, dan Sugeng Munarso asal PDIP. Selain itu, incumbent asal Golkar, yakni M. Sahlan juga berpeluang gagal mempertahankan kursi DPRD.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara enggan berkomentar saat ditanya perihal peluang para caleg incumbent asal partai yang dia pimpin tersebut. ”Kita tunggu hasil resmi rekapitulasi suara KPU,” ujarnya.

Sementara itu, di Dapil Banyuwangi 5, perolehan kursi Golkar memang berpotensi turun, yakni dari dua kursi menjadi satu kursi. Sedangkan dua anggota dewan periode 2014– 2019 asal Golkar dari Dapil Banyuwangi 5 kembali maju pada pemilu tahun ini, mereka adalah Ruliyono dan Sahlan. Karena Golkar hanya meraih satu kursi di dapil tersebut, maka salah satu caleg petahana asal Golkar akan tersingkir.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Banyuwangi Ruliyono tidak menampik peluang Golkar hanya meraih satu kursi di Dapil Banyuwangi 5.

”Kemungkinan Golkar hanya mengamankan satu kursi di Dapil Banyuwangi 5. Sedangkan di internal caleg Golkar di Dapil 5, suara saya yang paling tinggi,” kata dia.

Namun sayang, Sahlan belum berhasil dikonfirmasi terkait peluang mengamankan kursi DPRD Banyuwangi. Jawa Pos Radar Banyuwangi sudah berusaha menghubungi via sambungan telepon, namun tidak diangkat. Pesan singkat lewat aplikasi WhatsApp pun belum dijawab. (sgt/aif/c1)

sumber : jpnn

LEAVE A REPLY