4 Perubahan mengejutkan setelah pertemuan Trump-Kim Jong Un

0
52

Pertama.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dua hari lalu menjadi sorotan dunia. Keduanya mengadakan pertemuan selama lebih dari empat jam di Singapura dan berujung pada kesepakatan kedua belah pihak.

Usai Pertemuan mereka diharapkan membawa perubahan yang lebih baik untuk hubungan kedua belah negara bahkan dunia. Apa saja perubahan nantinya?

1. Kesepakatan denuklirisasi

Pertemuan Presiden Trump dan Kim Jong Un berujung pada kesepakatan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Dilansir dari laman the Independent, Selasa (12/6), dalam jumpa pers seusai pertemuan, Trump terdengar cukup optimistis dan menyampaikan terima kasih kepada Kim karena sudah ‘mengambil langkah penting demi masa depan lebih baik bagi rakyatnya.’

Meski keduanya menandatangani kesepakatan yang berkomitmen melucuti senjata nuklir namun rincian dari kesepakatan itu belum terlihat jelas. Trump mengatakan AS akan memastikan Korut menjalani proses denuklirisasi itu. “Kami akan memeriksanya. Secara tuntas dan menyeluruh,” kata Trump.

2. Menghentikan latihan militer AS-Korsel

Trump juga mengatakan AS akan menghentikan operasi latihan militer bersama Korea Selatan di Semenanjung Korea sebagai bentuk penghormatan atas kesepakatan dengan Korut. Namun di saat yang sama, ketika pesawat Trump meninggalkan Singapura, militer AS di Korsel tidak menerima perintah apa pun untuk menghentikan latihan gabungan.

3. Membangun perdamaian di Semenanjung Korea

Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Singapura menjasi bersejarah. Pertemuan ini dikatakan bersejarah karena selama puluhan tahun antara kedua negara tersebut saling bermusuhan.

Dalam pertemuan itu keduanya sepakat akan menggabungkan upaya-upaya mereka untuk membangun perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea.

4. Kim Jong Un akan berkunjung ke Amerika

Pertemuan Trump dan Kim Jong Un di Singapura terbilang berhasil, mengingat ketegangan antara kedua negara yang menguat sebelumnya. Bahkan, undangan Trump kepada Kim untuk mengunjungi AS disambut positif oleh pemimpin negara Korut.

“Kim Jong Un mengundang Trump untuk mengunjungi Pyongyang jika waktunya sudah tepat, dan Trump pun menyampaikan undangan serupa agar Kim berkunjung ke AS,” demikian dilaporkan media pemerintah Korut, KCNA, dikutip dari the Guardian, Rabu (13/6).

Sumber : Merdeka

LEAVE A REPLY